Senin, 28 Januari 2013

PR DAN PUBLIC


Memenangkan hati publik: Pelajaran dari Hiccup "How To Train Your Dragon"


Know your enemy and know yourself and you can fight a hundred battles without disaster. 
Sun Tzu


Jika perang pemasaran adalah bagaimana merebut pangsa pasar (market share), maka perang public relations adalah pertarungan merebut hati publik, empati publik, dan simpati publik. Mereka yang dapat meraih hati publik akan memenangkan pertempuran.
Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden bukan karena ia paling hebat di antara Megawati, Amin Rais, dan Wiranto. Tapi karena ia mendapat simpati publik menyusul pengunduran dirinya dari kabinet. Pernyataan Taufik Kiemas bahwa SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) adalah Jenderal yang kekanak-kanakan terdengar arogan dan mendorong simpati publik untuk SBY. Sebuah blunder yang berakibat tidak terpilihnya Megawati dan keuntungan bagi SBY.
            Hal yang sama terjadi pada Aris Indonesian Idol. Di tengah sebuah kompetisi yang pemenangnya ditentukan berdasarkan jumlah sms yang masuk, tentu tidak mungkin bagi Aris dan keluarga untuk mengirim sms sebanyak-banyaknya.
Kemenangannya menjadi Indonesian Idol, lebih banyak karena simpati publik. Latar belakang sebagai pengamen jalanan, hidup kekurangan dengan istri dan satu orang anak yang masih kecil menjadi dukungan luar biasa dalam menjaring sms.
Persepsi publik ditentukan bagaimana publik menilai sebuah fakta yang terjadi berdasarkan tafsir individunya. Kadang publik menilai sesuatu dengan pertimbangan rasionalitas dan kadang hanya atas dasar belas kasih yang kemudian bermetamorfosis menjadi simpati dan dukungan yang luar biasa. Kualitas menjadi nomor dua. Itulah publik dengan segala logikanya yang berubah-ubah. Mengutip kembali Abraham Lincoln, Public sentiment is everything, with public sentiment nothing can fail, without it nothing can succeed. Dengan sentimen publik, kita dapat  melakukan apapun, dan tanpanya semua akan sia-sia.
Sebuah Film animasi yang berjudul “How to Train Your Dragon” dapat menjadi contoh bagaimana memenangkan hati “publik”. How To Train Your Dragonadalah film animasi yang dibuat oleh DreamWorks Animation, berdasarkan sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 2003 dengan judul yang sama.
Film yang dirilis pada Maret 2010 ini memakai latar mitologi Viking, yang bercerita tentang seorang anak laki-laki berbangsa Viking bernama Hiccup. Menjadi seorang Viking, doktrinnya hanya satu “kill all the dragon”. Artinya setiap Vikingharus mampu memburu dan membunuh naga yang telah turun temurun menjadi musuh para Viking. Itulah adat yang berlaku di desa Hiccup. Sayangnya, Hiccup jauh dari tipe laki-laki ksatria pembunuh naga seperti kebanyakan anak-anak Viking.

Gambar 1.3. Poster film How To Train Your Dragon
Sumber: http://yorkshirehighlanders.co.uk/sun/how-to-train-your-dragon-2010.html
Memiliki anak laki-laki seperti Hiccup bukanlah impian bagi para orang tua Viking. Apalagi bagi Stoick, kepala suku yang juga adalah Ayah Hiccup. Stoickberharap Hiccup bisa menjadi seorang pejuang Viking yang tangguh dan suatu hari nanti menggantikannya menjadi kepala suku yang disegani. Namun kebanggaan seorang Viking hanya satu, membunuh naga yang selalu menyerang perkampungan mereka.
Stoick tak ada punya pilihan selain mengikutkan Hiccup ke dalam pelatihanmembunuh naga.  Alih-alih belajar membunuh naga, Hiccup justru belajar memahami sifat dan karakter para naga termasuk naga yang paling ditakuti “Night Fury”.
Knowledge is powerful than weapon. Hiccup membuktikan pepatah di atas. Dengan pengetahuannya, Hiccup berusaha untuk membangun hubungan dengan sang naga. Menawarkan kepercayaan, memahami keinginan sang naga, termasuk makanan favoritnya. Apa yang mereka takuti, bagaimana membuat mereka takluk, jinak, tertidur, dan bekerja sama. Hiccup memilih berteman dengan sang naga danmeyakinkan seluruh suku bahwa mereka tak perlu menjadi bangsa pembantai naga. Dan naga sekalipun, bisa menjadi teman baik jika manusia menawarkan persahabatan.
Moral dari cerita ini adalah kenali publik anda, setelah itu baru siapkan strategi PR sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan kepentingan publik anda. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

PR dan PUBLIC


PR and Public Lie


He, who permits himself to tell a lie once, finds it much easier to do it a second and third time, till at length it becomes habitual.
(Thomas Jefferson)

            Kecenderungan belakangan ini adalah banyaknya tokoh masyarakat, politisi, pejabat, dan selebritas yang membohongi publik, memutarbalikkan, dan menutupi fakta. Praktik tidak terpuji tersebut telah memberikan dugaan bahwa “memutarbalikkan” fakta dengan dalih untuk menjaga reputasi sama dengan praktik/tujuan public relations. Padahal tidak. Memutarbalikkan kebohongan untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi sangat tidak etis dan tidak benar dilakukan dalam praktik public relations. Di dalam public relations, sekali Anda berbohong kepada publik, Anda tidak akan dipercaya lagi.
            Namun, memutarbalikkan fakta di dalam public relations berarti memutarbalikkan pesan untuk menciptakan persepsi yang diinginkan. Untuk itu, distorsi menciptakan kebingungan di masyarakat bahkan berbohong adalah sebuah trik yang diperlukan.
Media mencatat beberapa kasus yang dianggap memutarbalikkan fakta atau menutupi fakta-fakta yang ada.

1) DPR-melakukan-kebohongan-publik
Sumber: http://klikp21.com/politiknews/8955
Senin, 03 Mei 2010 15:57
JAKARTA - DPR dinilai telah melakukan kebohongan publik demi lancarnya proyek pembangunan gedung DPR senilai 1,8 triliun. Demi terjadinya transparansi dalam era demokrasi sebaiknya DPR membuka alasannya kepada publik.
Demikian pernyataan ini disampaikan Wakil Koordinator ICW Adnan Topan Husodo kepada wartawan di Jakarta, Senin(3/5/2010).
Menurut Topan awalnya DPR menyebutkan telah terjadi kemiringan gedung Nusantara 1 sebesar 7 derajat sebelum muncul anggaran sebesar 1,8 triliun untuk pembangunan rumah rakyat.
"Ini perlu diwaspadai kebohongan seperti ini. Jangan sampai ini dijadikan modus baru untuk mengerjakan proyek," katanya.
Topan mengatakan sebaiknya pembangunan gedung tersebut harus didasarkan argumentas yang kuat. Jika tidak sebaiknya pembangunan tersebut sebaiknya dibatalkan.

2) Deddy Corbuzier Lakukan Kebohongan Publik
Sumber: http://showbiz.vivanews.com/news/read/87329
Kamis, 3 September 2009, 02:50 WIB

Kepolisian Republik Indonesia menilai Master Deddy Corbuzier telah melakukan kebohongan publik, saat tampil di acara Ultah salah satu stasiun televisi swasta belum lama ini.
Demikian dikemukakan, Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri Inspektur Jenderal Saleh Saaf di sela-sela acara buka puasa bersama Polri dengan Menteri Agama dan Tokoh Ulama di Mabes Polri, selasa malam, 2 September 2009. Menurut dia, latar belakang kebohongan yang dilakukan Deddy adalah tentang atraksinya pada saat dirinya ditembak dan kemudian menangkap peluru dengan mulut. "Pada saat atrksi Deddy mengklaim itu sudah ada ijin polisi, pistol, dan peluru beneran, padahal itu bohong," ujar Saleh.

Bahkan, Saleh menambahkan, Deddy mengarang cerita kalau yang membawa pistol itu adalah seorang anggota Polisi. "Padahal itu nggak benar, dia sama sekali bukan anggota kita, tapi anak buahnya sendiri," tuturnya. Dia menambahkan, kebohongan kalau orang itu bukan anggota Polri terbukti setelah Deddy dipanggil ke Mabes Polri Senin lalu, 31 Agustus 2009.

Selain itu, Saleh mengaku pistol yang diklaim Deddy adalah benar juga bohong, karena ternyata hanya replika. "Jadi, sulapnya bohong," kata dia. Kendati demikian, meski Master Mentalis tersebut telah melakuka pembohongan publik, dirinya tidak dijadikan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Alasannya, namanya juga sulap, penuh trik. "Ya, tapi triknya berbau bohong juga," ujar Saleh.

Sedangkan penyebutan institusi Polri dalam adegan kebohongan publik tersebut yang bisa terjadi pencemaran nama baik, menurut Saleh sudah mendapatkan maaf dari pihaknya. "Sebab, dia sudah minta maaf, ya sudah kita maafkan. Apalagi, ini kan bulan Puasa," tuturnya.

3)      Rekaman Ade-Ary
Polri Lakukan Kebohongan Publik
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2010/08/12
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Kamis, 12 Agustus 2010 | 11:47 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Insitusi Kepolisian RI (Polri) dinilai telah melakukan kebohongan publik jika tidak bisa membuktikan di pengadilan adanya rekaman percakapan antara Ade Rahardja dan Ary Muladi, seperti pernah diungkapkan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR.
Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR Nasir Djamil, kepadaKompas.com, Kamis (12/8/2010). "Kalau Kapolri tidak berhasil menunjukkan bukti di pengadilan seperti pernah juga disampaikan pada raker Komisi III, itu kecelakaan besar di tubuh kepolisian. Polri telah melakukan pembohongan publik, jika benar bukti itu memang tidak ada," kata Nasir, anggota Fraksi PKS.
Tak hanya publik, DPR juga merasa dibohongi jika bukti itu tidak ada. "Karena Komisi III kan atas nama DPR. Kami sangat menyayangkan itu," ujar dia.
Keteledoran ini, menurutnya, bisa saja karena informasi yang diterima Kapolri dari bawahannya. Namun, jika tak ditindaklanjuti serius, persoalan ini sudah melunturkan kepercayaan publik terhadap profesionalisme dan kredibilitas Polri.
"Sangat bahaya bagi institusi kepolisian kalau tidak bisa membuktikan seperti yang disampaikan di Komisi III," tegasnya.
Oleh karena itu, dalam rapat kerja Komisi III dengan Polri setelah masa reses, Nasir mengatakan, pihaknya akan meminta klarifikasi Kapolri atas kebenaran pernyataannya.

4)      Ramaditya Lakukan Kebohongan Publik

Kamis, 19 Agustus 2010 | 12:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Eko Ramaditya Adikara, bloger tunanetra, membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengaku telah melakukan kebohongan publik saat mengatakan bahwa dia menciptakan sejumlah musik untuk gameJepang.

Seorang Kompasianer, Syaifuddin Sayuti, menulis di Kompasiana, Kamis (19/8/2010), mengenai kebohongan Ramaditya sebagai komposer asli musikgame Jepang, seperti Super Mario Galaxy, Xenogears, dan FF Orgins. Rama menyatakan bahwa tidak benar dia yang membuat semua komposisi musik itu. Ia hanya menamai kembali file komposisi musik itu sebagai hasil karyanya.


            Semua peristiwa di atas memiliki implikasi terhadap praktik public relationsdimana media massa mempunyai peran yang penting dalam membentuk opini publik. Seseorang maupun perusahaan tidak hanya harus peka, tetapi juga mempertimbangkan dengan baik perbuatan dan perkataannya yang mungkin akan berpengaruh di mata publik.
Yang diingat dari manusia adalah kata-katanya. Your word is your bondKatakanlah yang benar walaupun itu pahit.
Berbohong kepada publik tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan melipatgandakan masalah. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak akan percaya. Kejatuhan Presiden AS Richard Nixonpada Agustus 1974, disebabkan ia berbohong kepada publik dan berusaha menutupi skandal Watergate. Ini merupakan kesulitan public relationsyang paling tinggi.
            Ada dilema yang terjadi dalam diri seorang public relations ketika kebenaran justru tidak menguntungkan diri dan perusahaannya. Yang perlu diingat adalah tidak setiap hal yang benar harus dikatakan, tetapi setiap yang kita katakan haruslah hal yang benar.
            Berbohong kepada publik, seperti juga dosa lainnya, selalu sulit dilakukan pada saat pertama. Ada rasa bersalah, ada gesekan nurani, tapi sekali Anda melakukannya, yang kedua selalu lebih mudah, yang ketiga menjadi kebiasaan, dan selanjutnya Anda akan profesional dalam berbohong. Thats the end of PR.
Tetapi, praktisi public relations berkembang dengan pesat. Dengan kerangka berpikir strategik, public relations telah menjelma menjadi bagian yang membentuk masyarakat modern.

CRISIS PUBLIC RELATIONS


ETIKA PUBLIC RELATIONS



Secara umum, etika berkenaan dengan nilai yang memberikan pedoman kepada seseorang, organisasi, atau masyarakat untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, adil dan tidak adil, kejujuran dan kebohongan. Tindakan seseorang diukur tidak hanya oleh hati nuraninya tetapi juga oleh norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Etika pribadi dan organisasi dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti budaya, agama, dan pendidikan. Masalahnya adalah apa yang dianggap benar oleh seseorang belum tentu dianggap benar oleh orang lain.
Belakangan ini pelanggaran etika banyak terjadi di Indonesia, baik dalam dunia bisnis maupun dalam bidang politik, berikut adalah beberapa contohnya.
1.         Saat bencana menyelimuti beberapa kawasan di Indonesia, partai politik berbondong-bondong membantu para korban bencana. Tidak jarang kawasan bencana menjadi ajang komersialisasi partai politik dengan membanjirnya atribut parpol di kawasan tersebut. Sikap tersebut dinilai tidak etis. Selain itu, masih banyak pejabat negara yang bepergian ke luar negeri di saat wilayahnya terkena bencana. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang 'melancong' ke Jerman untuk kepentingan kerjasama, atau keberangkatan anggota DPR RI ke luar negeri dengan alasan studi banding.

2.         Pernyataan kontroversial Ruhut Sitompul dengan menghardik pimpinan Pansus Century DPR Gayus Lumbuun dengan mengeluarkan kata ‘bangsat’ dinilai pengamat sebagai suatu tindakan kekerasan bahasa yang tidak dapat ditolerir menurut segi etika politik.  Pakar politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, dari segi etika politik, bentuk makian terhadap seseorang masuk dalam kategori kekerasan verbal yang dapat memengaruhi aspek psikologis seseorang.
Politik dan demokrasi yang sehat harus mematuhi kode etik. Kode etikperlu diatur oleh Badan Kehormatan. Namun itu saja menurut Arbi belum cukup. Internal partai juga mesti pro aktif me-maintain para kadernya untuk senantiasa santun dalam berpolitik.
  1. Perilaku tidak etis bahkan kerap terjadi di dunia hukum Indonesia.Mantan pegawai pajak Gayus Tambunan didakwa memberikan suap kepada Hakim Muhtadi Asnun sebesar 40 ribu dollar AS. Uang tersebut dimaksudkan agar Gayus tidak dijatuhi hukuman atau diringankan hukumannya atas perkaranya. Setalah menerima uang tersebut, Majelis Hakim yang diketuai Muhtadi Asnun membacakan putusan pengadilan atas perkara Gayus Tambunan dengan amar putusan membebaskan terdakwa dari dakwaan Penuntut Umum.


Memperhatikan masalah-masalah tersebut, maka praktisi public relations harus merupakan orang yang menjunjung etika dalam bersikap. Praktisi public relations harus menerapkan standar tinggi etika professional dengan didasari kejujuran dan kebenaran sebagai kunci utama terhadap apa yang mereka lakukan.

Seperti tertulis dalam Code of Professional Standards of the Public Relations Society of America, praktisi PR harus bertindak jujur dan dapat dipercaya, dalam segala tindakan untuk kepentingan publik.

Inti dari aturan Public Relations Society dan International Association of Business Communication adalah kejujuran dan keadilan yang harus ada di hati setiap praktisi public relations. Aturan-aturan ini menekankan pentingnya bagi para anggota untuk mempromosikan dan menjaga standar tinggi untuk pelayanan publik dan pelaksanaan etika. Seiring berjalannya waktu nilai standar etika akan berubah sesuai perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Dalam suatu penelitian, grup bisnis terkemuka, the Business Rountable menekankan pentingnya peran chief executive officer dan topmanajemen untuk membangun komitmen dalam pelaksanaan etika dansecara terus menerus mengkaji ulang nilai organisasi. PenelitianRountablei menegaskan adanya keterkaitan yang kuat antara bertindak etis dan mendapatkan keuntungan.

Penelitian lain dilakukan oleh Touche Ross yang menguatkan pendapat bahwa sebagian besar pemimpin bisnis –sekitar 63 persen– percaya bahwa perusahaan dapat memperkuat posisi dengan menjaga standar etika yang tinggi. Penelitian Touche Ross yang dilakukan terhadap 1.000 pemimpin bisnis juga menghasilkan fakta yangmenarik mengenai kedudukan etika bisnis saat ini.
·         Perusahaan yang hanya fokus terhadap keuntungan jangka pendek (short term earning) semata, tanpa mengindahkan etika akan mengalami kegalalan di masa yang akan datang.
·         Responden menempatkan United States mempunyai standar etika yang lebih tinggi dibandingkan negara lain – dengan menuliskan bahwa standar tinggi lainnya dapat ditemukan di United Kingdom, Canada, Switzerland,dan Germany.
·         Di antara industri-industri yang ada, responden menempatkan bank,apotek, farmasi, dan perusahaan kosmetik sebagai empat industri yang paling memegang teguh etika.
·         Di antara profesi-profesi yang ada, responden menempatkan ulama, guru, insinyur, dan akuntan sebagai empat profesi yang paling memegang teguh etika.

Krisis global yang melanda dunia saat ini, memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi, merger, dan pengurangan karyawan telah menyebabkan adanya “trust gap” yang serius antara karyawan dan pengusaha. Salah kasus terbesar sepanjang masa adalah ketika CEO of AT&T Corp., Robert Allen, memberikan paket kompensasi sebesarUS$18 juta, ketika mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 40.000 karyawannya.

Salah satu manifestasi dari tingginya perhatian terhadap etika adalah berkembangnya pembuatan codes of conduct internal perusahaan yang berisi tentang kode etik, standar pelaksanaan serta peraturan yang merupakan representasi dari nilai perusahaan (corporate value). Codes of Conduct perusahaan diharapkan dapat menjadi mekanisme meningkatkan kepatuhan karyawan. Alasan yang mendasari perusahaan mengadopsi aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut.
·         Meningkatkan kepercayaan publik
Skandal yang berkaitan dengan kerahasiaan informasi perusahaan, penyalahgunaan aset, penyuapan, korupsi, dan perselingkuhan membuat banyak perusahaan merespon hal ini dengan menetapkan kode etik tertulis.
·         Menyesuaikan aturan pemerintah
Semakin ketatnya peraturan pemerintah terhadap dunia bisnis akan mengubah peta persaingan sehingga setiap perusahaan harus melakukan penyesuaian.
·         Meningkatkan kegiatan operasional internal
Apabila perusahan semakin besar dan terdesentralisasi, maka manajemen membutuhkan standar pelaksanaan untuk memastikan bahwa karyawan memenuhi apa yang diinginkan konsumen dengan perilaku yang legal dan etis.
·         Untuk merespon terhadap pelanggaran hukum
Seringkali, ketika sebuah perusahaan melakukan perilaku yang tidak etis, hal tersebut tertangkap oleh kode etik perusahaan sendiri. Misalnya, Fiat, perusahaan Itali terbesar berhasil menghindarkan diri dari skandal korupsi dengan menerbitkan kode etik perusahaan untuk karyawannya.

Dewasa ini, banyak eksekutif mulai menyadari bahwa sama seperti seseorang perusahaan memiliki kewajiban dan tanggung jawab etis kepada publik. Hal yang juga berhubungan erat dengan kode etik perusahaan adalah tanggung jawab sosial perusahaan, yang telah didefinisikan sebagai norma sosial. Norma ini menyebutkan bahwa di setiap lembaga sosial, bahkan dari industri rumah tangga yang kecil sekalipun hingga perusahaan besar mempunyai tanggung jawab terhadap ti ngkah laku anggotanya yang menyimpang.

Kini, organisasi dan program tanggung jawab sosial menjadi lebih rumit. Tanggung jawab sosial diperlakukan seperti layaknya disiplin manajemenlainnya, seperti menganalisis masalah, mengevaluasi kinerja, menetapkan prioritas, mengalokasikan sumber daya terhadap prioritas, dan melaksanakan program untuk mengatasi masalah dengan keterbatasan sumber daya yang ada di organisasi.

Tanggung jawab sosial menyentuh seluruh aktivitas organisasi dari penjualan hingga perekrutan, dari pelatihan hingga standar kerja. Kategori tanggung jawab sosial dapat mencakup hal-hal sebagaimana antara lain tersebut di bawah ini.
  • Produk – produk berbahaya, kinerja dan standar produk, kemasan dan dampak lingkungan.
  • Penjualan – praktik penjualan, kebijakan penanganancomplain konsumen, isi iklan, dan harga.
  • Donasi perusahaan – kontribusi kinerja, peningkatan partisipasi karyawan dalam proyek sosial dan aktivitas pengembangan masyarakat.
  • Aktivitas lingkungan – proyek pengendalian polusi, penyesuaian sesuai aturan yang berlaku dan prosedur evaluasi untuk kemasan dan produk baru.
  • Hubungan eksternal – mendukung usaha kecil, investasi dan hubungan dengan pemerintah.
  • Keragaman dalam memperkerjakan serta mempromosikan kaum minoritas dan kaum wanita – kebijakan rekrutmen, penyempurnaan kebijakan, konseling karir, dan kesempatan untuk kaum minoritas khususnya bagi mereka yang mengalami cacat tubuh.
  • Kesehatan dan keselamatan kerja – kebijakan lingkungan perusahaan, keselamatan kerja, fasilitas makan,dan pengobatan. Seringkali, organisasi telah memasukkan tanggung jawab sosialnya dalam kebijakan operasionalnya. Sebagian besar perusahaan telah menyadari bahwa tanggung jawab sosial, bukan merupakan program tambahan, tetapi merupakan cara hidup perusahaan. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa organisasi yang telah mempraktikkan tanggung jawab sosial mendapatkan keuntungan besar dan sukses di mata masyarakat.

Kode etik dan etika bisnis bertujuan untuk menetapkan aturan dalam kode etik dan etika bisnis melalui enam tindakan, yaitu:
  1. Kejujuran: jujur dalam setiap usaha yang dilakukan, mengatakan yang sebenarnya kepada konsumen, masyarakat, supplier dan pemegang saham.
  2. Integritas: mengatakan apa yang dimaksud, menepati apa yang dijanjikan dan menegakkan kebenaran
  3. Hormat: memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan adil, menghargai adanya keragaman dari tempat kerja dan keunikan masing-masing karyawan
  4. Percaya: membangun kepercayaan melalui kerjasama dan melakukan komunikasi yang terbuka
  5. Bertanggung jawab: berani berbicara –tanpa rasa takut dan mengharap balas jasa– dan melaporkan hal-hal yang perlu mendapat perhatian di lingkungan kerja, mencakup pelanggaran hukum, aturan dan kebijakan perusahaan, dan mencari klarifikasi serta pedoman ketika terjadi keragu-raguan
  6. Kewarganegaraan: mematuhi seluruh aturan hukum dimana perusahaan melakukan bisnis dan melakukan perannya untuk membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik

Kesuksesan public relations di abad ke-21 ini dan seterusnya bergantung kepada bagaimana sektor ini merespon isu pelaksanaan etika. Seorangpublic relations yang profesional harus memiliki kredibiltas dalam menjalankan praktiknya. Mereka harus dihormati oleh berbagai masyarakat dimana mereka berinteraksi.

PELANGGARAN ETIKA PR

Pelanggaran Etika Humas Adam Air di Juanda Surabaya

Kasus
 

Peristiwa retaknya badan pesawat Adam Air 737-300 dengan nomor penerbangan KI-172 yang mengangkut 148 penumpang terjadi pada hari Rabu sore (21/ 2/ 07), di Bandara Juanda, Surabaya. Badan pesawat yang mengalami retak di bagian belakang sayap ini mendarat secara mendadak di Bandara Juanda di hanggar Merpati.
Yang menjadi masalah ialah pihak manajemen Adam Air langsung memerintahkan untuk mengecat seluruh tubuh pesawat dari warna orange menjadi warna putih, dan retakan di belakang sayap pesawat tersebut ditutup dengan kain putih. Gambar ini sudah disebarkan melalui media, khususnya di televisi yang menunjukkan dengan jelas retakan di tubuh Adam Air dan diperlihatkan dengan jelas pihak Adam Air mengecat seluruh tubuh Adam Air menjadi putih. Sedangkan Humas Adam Air distrik Surabaya Natalia Budiharjo menyatakan bahwa tidak benar pesawat Adam Air 737-300 dengan nomor penerbangan KI-172 ini mengalami retakan di tubuhnya dan menolak untuk mengomentari perihal pengecatan.
Tindakan pengecatan yang dilakukan manajemen Adam Air ini telah melanggar Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan, yaitu pasal 34 ayat 2:
“siapa pun dilarang merusak, menghilangkan bukti-bukti, mengubah letak pesawat udara, mengambil bagian-bagian pesawat atau barang lainnya yang tersisa akibat kecelakaan, sebelum dilakukan penelitian terhadap penyebab kecelakaan itu. Ancaman hukuman bagi pelanggarnya adalah enam bulan kurungan serta denda Rp 18 juta. “ (www.tempo.com)
Tindakan Adam Air ini pun melanggar peraturan dari PT. Angkasa Pura yang melarang pemilik pesawat apapun yang mengalami kecelakaan di Juanda untuk menyentuhnya sebelum diselidiki oleh KNKT. Pelanggaran berikutnya adalah statement Humas Adam Air Distrik Surabaya yang menyatakan bahwa pesawat Adam Air tidak mengalami keretakan pada tubuhnya, sedangkan liputan media membuktikan dengan jelas adanya retakan di tubuh Adam Air KI-172, hal ini diperkuat dengan pernyataan Wiryatno sebagai Airport Duty Manager Bandara Internasional Juanda, menurutnya pesawat Adam Air KI-172 dalam keadaan retak di bagian belakang sayap.

Pelanggaran yang dilakukan Humas Adam Air

Dari kasus di atas maka pelanggaran yang dilakukan Humas Adam Air berkaitan dengan Etika PR ialah memberikan statement yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan kepada media dan publik, atau boleh dikatakan sebagai pembohongan publik. Kasus ini melanggar Etika Public Realtions PERHUMAS dan APPRI.

PERHUMAS
Pelanggaran dalam kasus diatas tidak sesuai dengan pasal III Perilaku Tehadap Masyarakat dan Media Massa, butir c dan d, yaitu:

c. tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benar atau yang menyesatkan sehingga dapat menodai profesi kehumasan.

d. Senantiasa membantu menyebarluaskan informasi maupun pengumpulan pendapat untuk kepentingan Indonesia.

APPRI
Pemberian informasi palsu oleh Humas Adam Air distrik Surabaya melanggar pasal 2 tentang Penyebarluasan Informasi:
“ seorang anggota tidak akan menyebarluaskan, secara sengaja dan tidak sengaja dan tidak bertanggung jawab, informasi yang palsu atau menyesatkan, dan sebaliknya justru akan berusaha sekeras mungkin untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Ia berkewajiban untuk menjaga integritas dan ketepatan informasi.”

Pernyataan dari Humas Adam Air meski bertujuan untuk meningkatkan citra Adam Air yang beberapa kali mengalami kecelakaan sebelum peristiwa retak tubuh Boeing 737-300 KI-172, namun justru menguatkan opini publik bahwa Adam Air memiliki manajemen kerja yang buruk. Nama Humas Adam Air sendiri pun akhirnya menjadi buruk dengan kata lain menodai profesi Humas dan citra Adam air di mata masyarakat semakin merosot, dan hal ini dapat berpengaruh pada kinerja Adam air sendiri. 

Berikut sebuah opini masyarakat yang ditulis dalam sebuah blog berkaitan dengan profesi PR yang ternodai akibat adanya pernyataan Humas Adam Air menegani keretakan tubuh pesawat KI-172 dan memberi kesan bahwa kegiatan Humas atau PR adalah kegiatan berbohong pada publik:

“ Tidak ada yang penting atau urgen untuk disampaikan, cuma kegatelan saya saja yang ingin saya tuliskan. Rabu malam (21/2) di headline news metro tv disiarkan adam air yang hard landing [apa pula maksudnya ini] di bandara Juanda Surabaya. Dari gambar yang ditayangkan terlihat badan pesawat yang melengkung [saya belum melihat retakan], namun karena warna dari pesawat yang dibuat melengkung saya mengira itu hanya ilusi optik mata saya saja. Tak berapa lama humas dari adam air regional surabaya [atau apalah] memberikan pernyataan di depan wartawan [metro tv]. Mbak itu berkata, "Logikanya, kalo pesawat melengkung atau retak masak bisa ditarik hingga hanggar, lha ini buktinya pesawat sudah ditarik ke hanggar!" . Malam itu saya setuju bahwa pesawat tersebut tidak retak atau melengkung. Esoknya (22/2) , semua koran yang saya baca [koran tempo, media indonesia] menampilkan foto pesawat yang retak dan melengkung. Well, that's what PR do.”
( http://blogiway.blogspot.com/2007/02/mbak-humas.html) 


Sumber penulisan:
http://mohammadihsan.multiply.com/journal/item/32. Diakses 6 Desember 2008.
http://www.indroo.net/index.php/2007/02/manajemen-adam-air-bantah-body-pesawat-retak/. Diakses 6 Desember 2008.
http://blog.tempointeraktif.com/?p=55. Diakses 6 desember 2008.
http://www.bluefame.com/lofiversion/index.php/t26946.html. Diakses 6 Desember 2008.
http://www.surya.co.id/web/Umum-Politik/Body-Pesawat-Dicat-Putih.html. Diakses 6 Desember 2008.
http://blogiway.blogspot.com/2007/02/mbak-humas.html. Diakses 6 Desember 2008.

Sejarah dan Perkembangan Public Relations


Humas kependekan dari hubungan masyarakat. Hal ini seringkali disederhanakan sebagai sebuah terjemahan dari istilah Public Relations (PR). Sebagai ilmu pengetahuan, PR masih relatif baru bagi masyarakat Indonesia. PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan lain-lain.
Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat.  Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks.
PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep komunikasi (Kasali, 2005:1). Di masa mendatang PR diperkiraan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pemerintah AS mempekerjakan 9000 karyawan di bidang komunikasi yang ditempatkan di United States Information Agency. 
Perkembangan Humas di Dunia
Dalam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.
Perkembangan PR sebenarnya bisa dikaitkan dengan keberadaan manusia. Unsur-unsur memberi informasi kepada masyarakat, membujuk masyarakat, dan mengintegrasikan masyarakat, adalah landasan bagi masyarakat.
Tujuan, teknik, alat dan standar etika berubah-ubah sesuai dengan berlalunya waktu. Misalnya pada masa suku primitif mereka menggunakan kekuatan, intimidasi atau persuasi ntuk memelihara pengawasan terhadap pengikutnya. Atau menggunakan hal-hal yang bersifat magis, totem (benda-benda keramat), taboo (hal-hal bersifat tabu), dan kekuatan supranatural.
Penemuan tulisan akan membuat metode persuasi berubah. Opini publik mulai berperan. Ketika era Mesir Kuno, ulama merupakan pembentuk opini dan pengguna persuasi. Pada saat Yunani kuno mulai dikembangkan Olympiade untuk bertukar pendapat dan meningkatkan hubungan dengan rakyat. Evaluasi mengenai pendapat atau opini publik merupakan perkembangan terakhir dalam sejarah kemanusiaan.
Dasar-dasar fungsi humas ditemukan dalam revolusi Amerika. Ketika ada gerakan yang direncanakan dan dilaksanakan. Pada dasarnya, masing-masing periode perkembangan memiliki perbedaaan dalam startegi mempengaruhi publik, menciptakan opini publik demi perkembangan organisasinya.
Berikut gambaran kronologis PR di dunia:
Abad ke-19      :     PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang
mandiri didasarkan pada perkembangan  Ilmu 
pengetahuan dan teknologi.
1865-1900    :     Publik masih dianggap bodoh
1900-1918    :     Publik diberi informasi dan dilayani
1918-1945     :     Publik diberi pendidikan dan dihargai
1925               :     Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi
1928               :     Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal di
fakultas sebagai mata kuliah wajib.  Disamping itu
banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu
1945-1968     :     Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui
1968               :     Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah
ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu.
Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.
1968-1979       :   Publik dikembangkan di berbagai bidang,
pendekatan tidak hanya satu aspek saja
1979-1990       :     Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam
perubahan mental dan kualitas
1990-sekarang :     a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang,
sikap dan  pola perilaku secara nasioal/internasional
b. membangun kerjasama secara lokal, nasional,  internasional
c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya,
Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi
Asal Mula Istilah
Pengertian :
  1. Hubungan dengan masyarakat luas baik melalui publisitas khususnya fungsi-fungsi organisasi dan sebagainya terkait dengan usaha menciptakan opini publik dan citra yang menyenangkan untuk dirinya sendiri (Webster’s New World Dictionary)
  2. Fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanan dan prosedur seorang individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik (Public Relations News)
  3. Filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksaannya yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya, berusaha memperoleh saling pengertian dan itikad baik (Moore, 2004: 6).
Public Relations yang diterjemahkan menjadi hubungan masyarakat (humas)  mempunyai dua  pengertian.  Pertama,  humas dalam artian sebagai  teknik komunikasi  atau  technique   of communication dan kedua,  humas sebagai  metode komunikasi atau  method of communication(Abdurrahman, 1993: 10).  Konsep Public Relations sebenarnya berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut akan muncul perubahan yang berdampak (lihat Jefkins, 2004: 2).
Public Relations menyangkut suatu bentuk komunikasi yang berlaku untuk semua organisasi (non profit – komersial, publik- privat, pemerintah – swasta). Artinya Public Relations jauh lebih luas ketimbang pemasaran dan periklanan atau propaganda, dan telah lebih awal.
Dewasa ini, Public Relations harus berhadapan dengan fakta yang sebenarnya, terlepas dari apakah fakta itu buruk, baik, atau tanpa pengaruh yang jelas. Karena itu, staf Public Relations dituntut mampu menjadikan orang-orang lain memahami suatu pesan, demi menjaga reputasi atau citra lembaga yang diwakilinya.
[dewi]
Bahan Bacaan :
Abdurrachman, Oemi. 1993. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Citra Aditya Bakti
Effendy, Onong Uchjana. 1999.  Hubungan  Masyarakat.  Suatu   Study  Komunikologis. Cetakan ke lima. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jefkins, Frank dan Daniel Yadin. 1996. Public Relations. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Kasali, Rhenald. 2005. Manajemen Public Relations. Jakarta: Grafiti
Moore, Frazier. 2004. Humas, Membangun Citra dengan Komunikasi. Bandung: Rosda